May our friendship be in the name of Allah and blessed always...
p/s: sorry for the late post...
No matter what they said...No matter what they thought..we will always be TOGETHER..
Sometimes, standing among millions of ghuraba people can raise up our holy and strong spirit to awake this ummah. Wait till we meet in jama'ah and we will hit this universe with the holiest and super incredible new system for the new programme generation. Let's raise our hand and pray for our world.

Buat tatapan diri dan teman2ku yang dikasihi, mawar-mawar berduri harapan agama
Apa khabar hati? Bagaimana tingkatan cinta Allah di hati kita? Jujurlah pada diri, adakah kita masih rasa perlu pada cinta Allah, rasa rindu pada Allah..Mari sama-sama kita suburkan kembali kecintaan, kerinduan kita pada Allah. Pernah dengar tak nasyid ni? Cinta hakiki..
Telah lama cinta terbiar
Dari cinta yang suci
Telah lama cinta tersasar
Dari cinta hakiki
……………………………………….
Album : Senyum
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com
Sambungan liriknya carilah sendiri. Hehe. Sebab kalau nak letak kat sini nanti panjang sangat. Nice nasheed. Liriknya sangat menyentuh jiwa http://www.4shared.com/mp3/c4z3igxG/Raihan_-_Cinta_Hakiki.htm
Ada satu lagi nukilan yang sedikit sebanyak menghilangkan kegalauan di jiwa..
Jika anugrah itu membahagiakan
Maka cinta yang [katanya] merupakan anugrah dariNYA
Seharusnya juga membahagiakan
Namun adakalanya
Ada yang merasa tak bahagia dengan cinta
Atau janganlah terlalu dini menyebutnya cinta
Mari kita sebut saja sebuah rasa
Rasa yang berbeda
Yang [lagi-lagi katanya] menggetarkan jiwa
Aha
Mungkin memang belum saatnya
Rasa itu ada
Hingga diri merasa nista dengan rasa
Atau jangan-jangan rasa yang ada
Didominasi oleh nafsu sebagai manusia
Jika itu permasalahannya
Maka titipkanlah rasa pada SANG PENGUASA
Biarkan ia yang belum saatnya, bersamaNYA
Biarkan waktu yang kan menjawabnya
Hingga Dia mengembalikan rasa itu jika saatnya tiba
Wanita.. Wanita..
Slalu saja
Bermain dengan rasa
Maka mendekatlah padaNYA
Agar rasa yang belum saatnya
Tetap terjaga
Agar rasa yang ada
Tak membuat hati kecewa
Agar rasa yang dirasa
Tak membuat jauh dariNYA
Biarkanlah diri merasa nista dengan rasa
Jika ternyata nafsu tlah menunggangi ia yang belum saatnya
Hingga akhirnya membuat diri menangis pilu karenanya
Menangis karena menyadari bahwa dirinya masih rapuh ternyata
Masih perlu belajar bagaimana mengelola rasa yang belum saatnya
Ya Rabbana
Hamba titipkan rasa yang belum saatnya
Agar ia tetap suci terjaga
Hingga waktunya tiba
Sumber nukilan: http://www.dakwatuna.com/2012/01/18072/ketika-akhwat-mengajukan-diri-2/#ixzz1jLwhvQJW
Akhir kalam, marilah kita suburkan cinta padaNya. Cinta padaNya lah yang paling membahagiakan. Menyebut2 namaNya dapat menambahkan rasa cinta padaNya. Taat dan patuh juga sebagai bukti kecintaan kita padaNya. Ubat cinta yang paling mujarab; Al-Quran dan solah jangan ditinggalkan. Moga Allah bimbing kita ke jalan yang diredhainya.
Sekian, wassalam.

Keputusan PMR keluar hari ini. Macam mana agaknya adik-adik tingkatan 3 Matri. Pasti berdebar-debar. Tapi moga bersedia dengan apa yang akan dapat dengan hati yang lapang. Kalau result ‘with flying colours’, Alhamdulillah. Sekira sebaliknya, pun patut mengucap Alhamdulillah kerana
Allah memang tahu apa yang selayaknya. Mungkin ada yang lebih terbaik menanti kita pada masa akan datang Cuma masanya belum tiba. Hidup perlu diteruskan, dan PMR hanya satu pemulaan untuk perjalanan hidup sebagai seorang pelajar.Disini ingin kongsi satu buku yang dibaca(belum habis lagipun...^^). Ada satu cerita menarik ini dikongsi di sini buat tatapan semua.

‘Bila Allah Menduga Kita’ karya Syed Alwi Al Atas, Mustread Sdn Bhd
Saya (penulis buku ini)mendengar satu kisah menarik dari seorang ustaz, bahawa Ibnu Taimiyah bercerita tentang seorang menteri yang selalu menjawab ‘baik’ setiap kali ditanya pendapat tentang sesuatu. Satu hari menteri ini menghadiri acara makan malam bersama raja. Ketika sedang memotong buah, raja dengan tidak sengaja telah mencederakan jari telunjuknya sendiri. Pisau yang dia gunakan untuk memotong buah telah menyebabkan jari telunjuknya terpotong dan merasa sakit. Raja pun bertanya pada menteri yang sedang duduk di sebelahnya tentang kejadian yang baru sahaja dialaminya.
“Baik, wahai raja,” jawab menteri tanpa keraguan.
“Apa? Kamu katakan ini baik?” Raja terperanjat dangan jawapan itu.
“Ya wahai raja. Itu baik,”
Raja sangat marah dengan jawapan itu. Mana mungkin jarinya yang luka parah seperti itu dianggap menterinya sebagai hal baik? Maka dia memerintahkan menteri itu ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Kemudian raja mengunjungi menterinya di penjara dan bertanya padanya, “Sekarang, apa pendapatmu tentang keadaanmu sendiri, masih mahu berada di dalam penjara seperti itu?”
“Baik, wahai raja,” Jawab menteri itu tanpa ragu-ragu.
Mendengar jawapan itu, raja semakin marah dan segera meninggalkan menterinya sendirian di dalam penjara. Dia merasa menterinya itu sangat bodoh dan keterlaluan dalam memberikan pendapat. Beberapa hari kemudian, raja pergi berburu di dalam hutan dan ditemani oleh menteri nya yang lain kerana menteri yang biasa menemaninya telah dipenjarakan untuk menemani. Mereka pun berangkat dengan kuda menuju ke hutan. Oleh kerana menteri yang baru tidak biasa dengan cara raja menunggang kuda, akhirnya dia tertinggal jauh di belakang. Mereka terpisah dan raja sendiri akhirnya tersesat dalam hutan. Bukan hanya tersesat, raja juga ditangkap oleh sekumpulan penyembah berhala yang tinggal di dalam hutan itu.

Raja tersebut ditahan oleh para penyembah berhala dan ditetapkan oleh mereka sebagai korban untuk berhala mereka. Mereka melakukan upacara selama tujuh hari dan pada hari ketujuh mereka membawa raja ke tempat persembahan.
Saat raja sudah siap untuk dikorbankan mereka melihat jari telunjuk raja terpotong, lalu mereka menjadi ragu-ragu untuk mengorbankan raja. “Kita hanya mempersembahkan yang terbaik dan sempurna pada berhala kita.” Kata ketua suku yang memimpin upacara tersebut. “Orang ini jari telunjuknya terpotong, jadi dia tidak layak menjadi korban.”
Dengan itu mereka melepaskan raja tersebut dan beliau kembali ke kerajaannya dengan perasaan yang gembira. Selang beberapa hari selepas peristiwa itu, raja teringat akan kata-kata menteri yang telah membuatnya marah ketika jarinya terpotong. Dia segera ke penjara dan berkata pada menteri itu, “Apa yang kamu katakan waktu jari saya terpotong memang betul. Itu memang hal yang baik,”. Lalu raja menceritakan apa yang dialaminya hingga dia akhirnya selamat dari ancaman kematian. Menteri itu tersenyum sambil berkata, “Saya berada dalam penjara ini juga baik kerana jika saya pergi dengan raja pada hari itu, saya juga turut tertangkap. Tentu saya akan dijadikan korban kerana anggota tubuh saya lengkap dan tidak ada yang cacat,”. Maka Ibnu Taimiyah menutup cerita ini dengan mengatakan, “Semua yang ditetapkan oleh Allah adalah baik.” Ya, semua yang ditentukan Nya baik walaupun kita mungkin belum atau tidak mengetahui kebaikan yang ada di sebalik ketentuan itu. Oleh itu tugas kita sebagai makhluk Nya untuk tidak berprasangka dengan Allah.
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka kerana sebahagian prasangka itu dosa......”[Al-Hujurat:12]
Allah tahu apa yang terbaik untuk kita dan Dia tidak akan menguji melebihi kemampuan makhlukNya itu sendiri.

Moga mendapat manfaat darinya. Tidak pasti akan kesahihannya tapi ambil lah pengajaran darinya. Wallahua’lam bi sowab
~nurizbah~
Template by BloggerCandy.com