Wednesday, April 18, 2012
::.Tutuplah Keaiban Orang Lain.::
Friday, December 16, 2011
Santai Tarbawi

Bismillah. Walhamdulillah. Wassholaatu wassalamu ‘ala Rosulillah.
Jumuah mubaarakah. Malam ni malam jumaat, dah baca surah kahfi ke? Kalau belum, bacalah..
Daripada Umar berkata : Nabi Saw bersabda: “Sesiapa yang membaca surah al-kahfi pada hari Jumaat, maka bersinarlah cahaya daripada bawah kakinya hingga ke langit. Untuknya cahaya di hari kiamat dan diampunkannya antara dua jumaat. (HR Ibnu Katsir)
Hari ini, membelek-belek majalah Solusi isu38 (yang terbaru) bertema ‘Syurga Itu Benar’, selak halaman belakang sekali dalam ruangan ‘Angguk Geleng’, terjumpa kisah yang bertajuk ‘ Isteri Saya Hilang’.
Alkisahya begini:
Seorang suami berjumpa polis untuk melaporkan kehilangan isterinya yang keluar seketika untuk membeli gula, namun tidak pulang-pulang.
“Sudah berapa lama isteri encik keluar?” soal polis.
“Saya tidak pasti pula. Pagi tadi atau tengah hari kot.”
“Dia pakai baju warna apa?”
“Tak pasti la tadi. Mungkin hitam atau putih. Kalau tak pun kelabu.”
“ Baiklah. Dia ada bawa kad kredit atau kad ATM bersama?”
“Kad ATM memang selalu ada dalam dompet dia, tapi kad kredit tidak pasti pula.”
Polis tersebut menggeleng-gelengkan kepala. “Isteri encik keluar dengan kereta persendirian?”
“Ya tuan. Dia keluar menggunakan kereta saya, Perodua Myvi. Kereta saya tu berwarna silver, berusia hampir empat tahun Disember nanti. Bumper depan kereta sebelah kiri ada kesan calar sedikit. Bahagian dalam kereta saya guna wangian Teddy Dream dari Lovely Lace.”
“Okey. Kalau macam tu, kita cari kereta encik dahulu sebelum mencari isteri encik”, kata polis menamatkan sesi soal siasat.
Moral of the story? Pengajaran: Adakah ada ketikanya material lebih mudah kita terangkan ciri-cirinya secara detail berbanding insan yang kita sayangi? Pulanglah ke rumah atau ke mana sahaja dan kenalilah insan-insan yang dekat dengan anda. Mengenali untuk menyayangi, bukan untuk mencari benci. Moga kita mendapat ibrah dari kisah ini. Wallahu a’lam. Mungkin kalian punya ibrah atau mesej lain daripada kisah ini, bolehlah dikongsikan ~
Tuesday, November 8, 2011
Kisah itu..
coretan diukir pengingat diri..
Setelah sekian lama,DIA masih berikanku kekuatan.Kekuatan untuk mencari kekuatan.Kekuatan Ukhuwah berlandaskan iman..Kredit to Aliyar0seliDol yg tlah mengingatkanku akan tanggungjawab ini.
Baberapa hari lepas,suatu pr0gram telah dilaksanakan di perkarangan MATRI.Keinginan di hati terlalu mengimpikan untuk menghadirinya.Nadwah Kepimpinan Lepasan Matri. Begitu kuat kata hati ini untuk menyertainya.Terasa gersang jiwa setelah sekian lama meninggalkan bumi MATRI tercinta.Ingin menghirup kembali udara tarbiyah,didikan di sana.Ingin meraih kesegaran pesanan murabbi2,pendidik berlandaskan iman..
Namun begitu,MAKARU WA MAKARALLAH,WALLAHU KHAIRUL MA KIRIN.Kita merancang dan Allah juga merancang.Allah adalah sebaik2 perancang.Perancangan DIA itu teliti dan terlalu halu.Mungkin ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan padaku.Mungkin sesuatu yang tidak lansung terlintas di fikiranku.
Maka dengan itu,aku belum ditakdirkan untuk memijak bumi wakafan itu..
Salam ukhuwah yang setelah sekian lama tidak aku terima tika di medan jihadku,ingin aku hulurkan buat kalian..
SALAM UKHUWAH buat semua sahabat2ku yang bertaburan di merata dunia. Buat sahabat2 sekelas MARHALAH KHASSAH,Iffah Hanna + Aliya Roseli + Ririn Dyana(Indonesian) + Maksurah(Indonesian) + Cambodians + Malaysians yang agak baru menamatkan perjuangan pena dalam STAM.
Teman2 di USIM , UIAM , KTD , UNISZA , dan ipt2 di serata Malaysia yang x tersebut. Rakan2 di perantauan, Mesir , Jordan , Syria , Sudan dan lain2..
Untuk pengetahuan kalian,hati ini mer0nta2 untuk bertemu bagi menyimpul semula ikatan yang mungkin longgar,agar tiada sesiapa yang terlepas dari bahtera pelayaran dunia ini.. Andai kata2ku ini sukar difahami,cuba selami..inilah lagu yang sering berdendang..
Disini kusertakan bersama peringatan yang khas buat pengingat diri..
Kita...
wanita...
Fitnah dunia...
Kini...Wanita menjadi tatapan..tatapan untuk perbandingan...
Diperaga dan memperagakan diri
Kerana terhapus rasa MALU
Malu itulah mahkota yang berkuasa menjaga diri..
Tiada siapa yang dapat merampas dan mencurinya.melainkan...
melainkan kita sendiri yang menyerahkannya..
Tika ini,
mungkin terdetik kerisauan di segenap ruang hati si perawan..
Bagaimana jika tiada jejala yang menginginkannya..kisahnya...
Diibaratkan seperti epal yang berada nun jauh di pucuk pokok..
Risau akan dirinya tidak dilihat orang,
Lalu menurunkan kedudukannya
Ke paras yang lebih rendah
Agar tidak diabaikan..
Agar diberi perhatian..Namun
Dia terlupa bahawa
Di kedudukan rendah sebegitu
Tangan sesiapa sahaja boleh mencapainya
Walau tangan itu kotor
Walau tangan itu bernajis..
Bebas menggapainya.
Walau bukan untuk memetiknya
Walau sekadar menyentuhnya
Hinggakan dia mungkin bisa gugur menyembah bumi
Maka tergolonglah dia bersapa buah yang telah r0sak,busuk dan tidak berguna..
Terjatuh ke dalam lopak
Mahupun dipijak
Sehingga berderai..
Dan tidak lagi mempunyai nilai..
Lalu dia menyesal
dan penyesalan iu tidak membuahkan hasil..
dan Dia terfikir
Andai dirinya tetap di atas
Pasti yang berkelayakan sahaja dapat memetiknya
Pastinya tidak akan disentuh sesuka hati
Pastinya yang benar2 berusaha akan memetiknya...
*Kredit to Athirah Ibrahim
Let's Think~
Sunday, October 23, 2011
Inspiring Muadz bin Jabal: Dai Muda yang Kaya Raya dan Lembut Hati -
Muadz bin Jabal seorang pemuda Anshar teladan, termasuk golongan Anshar yang pertama masuk Islam dan turut serta dalam baiatul Aqabah dua. Kepandaian dan kepahamannya dalam ilmu agama diakui oleh banyak sahabat, tak terkecuali sang pemimpin Rasulullah SAW yang memberikan testimoni menyejarah : “sepandai-pandainya umatku dalam masalah halal dan haram adalah Muadz bin Jabal”, bahkan di riwayat yang lain disebutkan Muadz adalah pemimpin para ulama di akhirat nanti.
Karena kefaqihannya inilah Muadz pun dipercaya menjadi duta dakwah di Yaman. Sebuah amanah dan tugas berat menanti di sana, menyebarkan Islam dengan benar sesuai ajaran Rasulullah SAW. Tak heran jika di awal keberangkatan Muadz ke Yaman, serangkaian fit and proper test pun dijalankan oleh Rasulullah SAW. Maka ketika Muadz sukses menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan begitu cerdas dan elegan, wajah Rasulullah SAW pun berseri-seri dan bertutur lugas : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah sebagai yang diridhai oleh Rasulullah . . . .”
Di Yaman selain berdakwah menyebarkan dan mengajarkan Islam, Muadz bin Jabal juga berdagang sebagaimana para sahabat lainnya. Karena kepandaian dan ketekunannya pulalah, maka ia berhasil meningkatkan omset dagangnya dan berubah menjadi pribadi yang kaya raya, santun dan faqih. Ketika Rasulullah SAW wafat, Mu’adz masih berada di Yaman. Di masa pemerintahan Abu Bakar, Mu’adz kembali ke Madinah, dan di awal kedatangannya terjadi sebuah kisah indah penuh ukhuwah antara Muadz, Abu Bakar dan Umar bin Khaththab.
Saat Muadz datang dari Yaman, Umar tahu bahwa Mu’adz telah menjadi seorang yang kaya raya. Kekayaan pribadinya meningkat tajam dari beberapa tahun sebelumnya. Seperti biasa, ketegasan dan kewaspadaan ala Umar bin Khaththab berjalan, beliau sebagai penasehat khalifah segera mengusulkan kepada Abu Bakar agar membagi dua kekayaan Muadz dan menyerahkannya kepada negara, sebagai bentuk kehati-hatian sebagai pengelola negara. Abu Bakar tidak segera menyetujui usulan dari Umar, namun tanpa menunggu persetujuan Abu Bakar, secara pribadi Umar bersegera mendatangi Muadz untuk datang sebagai sahabat.
Mu’adz bin Jabal sebagaimana kita ketahui dalam testimoni Rasulullah SAW, adalah orang yang paham tentang halal dan haram. Termasuk halal dan haram dalam transaksi dan perdagangan. Ia tidak mengenal bertransaksi dengan unsur maysir (spekulasi), ghoror (tipuan), gheis (curang) apalagi ikhtikar (menimbun barang) dan riba. Kekayaan yang didapat pun tak lebih dari buah ketekunan dan kecerdasan, yang mendapatkan taufiq dari ar-rozzaq Allah SWT, jauh dari segala syubhat apalagi yang haram.
Maka ketika Umar datang ke rumahnya dan mengemukakan usulannya untuk membagi dua harta tersebut, Muadz pun menolak dengan argumen yang cerdas dan hujjah yang kuat. Diskusi hangat dua sahabat mulia itu pun berakhir dan Umar berpamitan meninggalkannya. Sungguh ia tidak hasad dan iri dengan kekayaan Muadz, tidak pula ia menuduh Muadz bermaksiat dengan mencari jalan haram dalam menumpuk kekayaan, namun ia hanya takut karena saat itu Islam sedang mengalami kejayaan dan kegemilangan, di luar sana banyak tokoh-tokoh yang memanfaatkan hal tersebut dengan bergelimang harta tanpa kejelasan sumber halalnya. Inilah yang ditakuti Umar, tidak lebih.
Namun uniknya, pagi-pagi sekali keesokan harinya Mu’adz bin Jabal terlihat segera bertandang ke rumah Umar. Apa yang dilakukan Muadz setelah apa yang terjadi pada hari sebelumnya? Sungguh pemandangan ukhuwah yang indah tak tergambarkan. Sampai di sana, Muadz segera merangkul Umar dan memeluknya kuat, bahkan air mata Muadz pun mengalir dan terisak menceritakan mimpinya tadi malam yang begitu kuat mengingatkannya.
“Wahai Umar, malam tadi saya bermimpi masuk kolam yang penuh dengan air, hingga saya cemas akan tenggelam. Untunglah Anda datang, dan menyelamatkan saya . . . . !”
Nampaknya mimpi tersebut membuat Muadz ingin segera menuruti usulan Umar bin Khaththab untuk membagi dua harta kekayaannya yang diperoleh dari Yaman. Maka keduanya pun segera menghadap Abu Bakar, dan Mu’adz pun mengutarakan niatnya, meminta kepada khalifah untuk mengambil seperdua hartanya.
Namun apa jawab khalifah Abu Bakar yang mulia? Khalifah yang timbangan imannya tak tertandingi oleh penghuni bumi ini menolak dengan tegas, ia mengatakan : “Tidak satupun yang akan saya ambil darimu”. Abu Bakar tahu dan yakin bahwa Muadz memperoleh kekayaan dari jalan yang baik, maka ia tidak ingin mengambil satu dirham pun dari harta sahabatnya tersebut, yang itu berarti kezhaliman dan akan berbuah kehinaan di akhirat.
Muadz belum puas dengan jawaban sang khalifah, ia pun menoleh dan meminta pendapat Umar bin Khaththab, ia teringat dengan mimpinya semalam yang begitu mendebarkan. Apa komentar Umar sebagai pihak yang mengawali usulan pembagian harta tersebut, ia berujar singkat : “ Cukup .. sekarang harta itu telah halal dan jadi harta yang baik”. Subhanallah, kegelisahan pun berakhir dengan kehangatan ukhuwah dan kemuliaan iman.
Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian dan masalah, mari kita ambil inspirasi dan semangat dari kisah di atas yang melibatkan tiga sahabat yang mulia :
Pertama : Sosok Muadz yang cerdas dan santun. Dengan kesungguhannya ia bisa memperoleh kekayaan yang luar biasa di usia muda ( beliau meninggal usia 33 tahun di masa Umar), dari jalan yang halal dan jauh dari syubhat. Meski demikian, beliau seorang yang lembut hatinya dan perasa, sebuah mimpi di malam hari mampu membuatnya berubah dari sikap teguh pendiriannya atas usulan Umar.
Kedua : Abu Bakar memberikan contoh pada kita tentang kebijaksanaan dan kecermatan dalam berfikir. Tidak tergesa bersikap meski terlihat penuh kemaslahatan. Beliau juga tegas menolak segala tawaran dan kebijakan yang bernuansa kezhaliman.
Ketiga : Umar adalah teladan dalam sikap waro, kehati-hatian dan mawas diri, sekaligus ketegasan yang luar biasa. Dialah sosok yang terlihat angkuh di hadapan kekayaan sebagian sahabat. Para panglima perang yang bertaburkan kemenangan dan pakaian nan indah pun dihinakan oleh Umar dengan lemparan kerikil di wajah mereka. Dia adalah negarawan yang cerdas dan teliti melihat kepiawaian para aparat di bawahnya.
Tidak ada lagi kalimat yang tersisa kecuali mari segera berusaha mencontohnya.
Semoga bermanfaat dan salam optimis.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/14809/inspiring-muadz-bin-jabal-dai-muda-yang-kaya-raya-dan-lembut-hati/#ixzz1bbjCoLop
Tuesday, September 6, 2011
::.Terus Sujud Disisimu.::

Mendung berlalu pergi
Suria sinari alam ini
Meniti hari-hari
Kulemas dalam keresahan
Titisan embun pagi
Hilang ditelan hari
Bunga dalam jambangan
Namun tidak kelihatan dimata
Oh TUHAN
Kau tunjukkanlah padaku jalannya
Onak duri akan kuharungi
Dengan kerelaan dihati
Berikan kukekuatan
Untukku rempuh ranjau itu
Agar dapatku menghayati
Terus sujud di sisiMu
Restuilah langkah ini
PadaMu relaku serahkan
Jiwa ragaku kesisiMu
Hanya padaMu
Oh TUHAN.
By: http://wafazinnirah92.blogspot.com
6 SEPTEMBER 2011
-Bukit Mertajam, Pulau Pinang-
